Jumat, 16 April 2010

ASKEP PADA KLIEN DENGAN VERTIGO

ASUHAN KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN VERTIGO


BAB I.
PENDAHULUAN
A. Definisi penyakit
Vertigo adalah setiap gerakan atau rasa gerakan tubuh penderita atau obyek – obyek disekitar penderita yang bersangkutan dengan kelainan system keseimbangan (ekuilibrium).

B. Tanda dan gejala
1.Pusing diikuti sensasi seperti berputar, miring, berayun/oleng ( halusinasi gerak atau disorientasi ruangan).
2.Vertigo akut sering disertai gejala otonom seperti mual, muntah, keringat dingin, muka pucat, ketidakseimbagan badan dan nistagmus.

C. Patofisiologi
Setiap orang tinggal diruangan danmampu berorientasi terhadap sekitarnya berkat adanya informasi-informasi yang dating dari indera.Didalam orientasi ruangan ini indera yang penting peranannya adalah system vestibular, system penglihatan dan rasa dalam(proprioseptik).
Untuk bekerja secara wajar, unit ini memerlukan normalitas fungsi fisiologi indera-indera tersebut sehingga informasi yang ditangkap dari sekitarnya proporsional dan adekuat.Tetapi bila oleh suatu sebab terjadi hal-hal yang menyimpang,maka unit pemroses sentral tak lagi dapat memproses informasi- informasi secara wajar. Hasil akhiir yang didapat selain ketidaksempurnaan adaptasi otot-otot tersebut diatas juga akan memberikan tanda kegawatan. Tanda ini dapat dalam bentuk yang disadari ataupun yang tidak disadari oleh penderita.
Penyimpangan proses tersebut dapat sebagai akibat abnormalitas fungsi fisiologik salah satu atau lebih indera,atau akibat informasi yang tidakharmonis ,atau tidak terkoordinasi nya informasi- informasi yangdatang dari indera- indera ekuilibrium.Biasanya bila abnormalitas itu bersumber dari system visualakan menimbulkan rasa ringan dikepala, sedangkan bila bersumber dari system vestibular , menimbulkan rasa gerakan. Dikatakan dari semua indera itu , system vestibularlahyang memegang andil paling besar terhadap ekuilibrium.

D.Pemeriksaan penunjang

1. Head CT scan
2. Brain Evoked Response Audiometry
E. Management Terapi
a.Cara medikamentosa: antikolinergik/parasimpatolitik, antihistamin, penenang,simpatomimetik atau campuran obat-obat tersebut diatas.
b.Fisioterapi






BAB II
STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN

A. MASALAH YANG LAZIM MUNCUL PADA KLIEN
1. Nyeri akut atau kronis berhubungan dengan abnormalitas fungsi fisiologis indera. Ditandai dengan pasien mengatakan pusing, rasa seperti diputar atau dimiringkan, obyek disekitarnya bergerak ( subyektif ), wajah pucat, berkeringat, gelisah, berfokus padadiri sendiri ( obyektif ).
2. Resiko injuri injuri berhubungan dengan gangguan persepsi sensori.
3. Gangguan persepsi sensori : kinesthetic berhubungan dengan menurunnya penerimaan sensori, transmisi dan intergrasi ditandai dengan rasa tidak stabil ( subyektif ), disorientasi ruangan/halusinasi gerakan (obyektif ).






DAFTAR PUSTAKA

Doenges M.E, dkk, 2000, Rencana Asuha Keperawatan Pedoman untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawata Pasien, Penerbit Buku
Kedokteran EGC, Jakarta
Harsono, 2000, Kapita Selekta Neurologi, Gajah Mada University Press,
Yogyakarta
Ladwig Ackley, 1997, Nursing Diagnosis Handbook, Mosby, Missouri
McCloskey, J.C, Bulechek, G.M , 1996, Nursing Intervention Classification (NIC)
Mosby, St Louis
Nanda, 2001, Nursing Diagnosis : Definitions and Classification 2001-2002,
Philadelphia
Tucker, 1999, Standar Perawatan Pasien ed.V, Penerbit buku kedokteran EGC
Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar