Jumat, 16 April 2010

ASKEP PADA PASIEN DENGAN SHIZOFRENIA

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
SHIZOFRENIA

A. PENGERTAIN
Shizofrenia bukan merupakan suatu penyakit tunggal tetapi merupakan suatu kelompok gangguan dengan ciri-ciri psikotik tertentu. Selama fase akut, lamanya paling tidak 6 bulan.
Psikosis : distorsi atau disorganisasi makro dan kapasitas mental seseorang, yaitu suatu ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengenali realitas yang menimbulkan kesukaran dalam kemampuan seseorang untuk berperan sebagaimana mestinya dalam kehidupan sehari-hari.
Gangguan shizofrenik umumnya ditandai oleh distorsi pikiran dan persepsiyang mendasar dan khas dan oleh afek yang tidak wajar (inapropriate) atau tumpul biasanya dipertahankan walaupun defisit kognitif tertentu dapat berkembang kemudian

B. GEJALA
Gejala psikosis menyebar dalam 5 kategori utama fungsi otak
1. Kognisi
Termasuk masalah semua aspek ingatan, perhatian, bentuk, dan jumlah ucapan, pengambilan keputusan atau delusi
2. Persepsi
Tetrasuk halusinasi, ilusi, maslah intelegensia, sensori
3. Emosi
Terkait dengan pengekspresian yang berlebihan ( hiperekspresi ), atau kurang ( hipoekspresi ) dengan sikap yang kurang sesuai.
4. Gerakan dan Perilaku
Termasuk katatonia, waxy flexibility, gerakan mata abnormal, agresi/anxiety, perilaku stereotipik, kurang tekun dalam bekerja dan sekolah
5. Hubungan
Meliputi isolasi dan menarik diri, harga diri rendah dan ketidakmampuan sosial, kerancuan identitas gender, stigma yang berhubungan dengan penarikan diri dan orang lain.

C. RENTANG RESPON NEUROBIOLOGIS
Respon Adaptif Respon Maladaptif


 Pikiran logis
 Persepsi akurat
 Emosi konsisten dengan pengalaman
 Perilaku sesuai
 Hubungan sosial  Pikiran kadang menyimpang
 Ilusi
 Reaksi emosional berlebihan atau kurang
 Perilaku ganjil / tak lazim
 Menarik diri  Kelaianan pikiran / delusi
 Halusinasi
 Ketidakmampuan untuk mengalami emosi
 Ketidakteraturan
 Isolasi sosial

D. FAKTOR-FAKTOR PENCETUS / ETIOLOGI
1. Biologis
Abnormalitas otak yang menyebabkan respon neurobiologis yang maladaptif yang baru mulai dipahami :
a. Adanya lesi pada area frontal, temporal, dan limbik, paling berhubungan dengan perilaku psikotik.
b. Beberapa kimia otak dikaitkan dengan skhizofrenia :
 Dopamin neurotransmiter yang berlebihan
 Ketidak seimbangan antara dopamin dan neurotransmiter lain
 Masalah-masalah pada sistem reseptor dopamin
2. Psikologis
Teori psikodinamika untuk terjadinya respon neurologik yang maladaptif belum didukung oleh penelitian
3. Sosial budaya
Strees yang menumpuk dapat menunjang awitan skizofrenia dan gangguan psikotik lain

E. STRESSOR PENCETUS
1. Biologis
a. Gangguan dalam putaran umpan balik otak yang mengatur pusat informasi
b. Abnormalitas pada mekanisme pintu masuk otak yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk secara aktif menanggapi rangsangan
2. Stress Lingkungan
Secara biologis menetapkan ambang toleransi terhadap stress yang berinteraksi dengan streessor lingkungan untuk menentukan terjadinya gangguan perilaku.

F. PEMICU / GEJALA
Pemicu merupakan prekusrsor dan stimuli yang sering menimbulkan episode baru suatu penyakit.
Kesehatan Lingkungan Sikap/perilaku
 Gizi buruk
 Kurang tidur
 Irama sirkardian tidak seimbang
 Keletian
 Infeksi
 Obat sistem syaraf pusat
 Penyeban dan akibat gangguan
 Gangguan proses informasi
 Kelainan perilaku
 Alam perasaan abnormal
 Ansietas sedang sampai berat  Rasa bermusuhan / lingkungan yang penuh kritik
 Masalh perumahan (tidak puas dengan perumahan)
 Tekanan terhadap penampilan (kehilangan kemandirian dalam kehidupan)
 Perubahan dalam pola kejadian terhadap pola hidup sehari-hari
 Stress (kurang ketrampilan untuk mempertahankan kehidupan)
 Kesukaran interpersonal
 Gangguan dalam hubungan interpersonal
 Kesepian ( isolasi sosial, kurang dukungan sosial )
 Kehilangan isyarat lingkungan
 Tahanan pekerjaan (ketrampilan bekerja yang kurang)
 Ketrampilan sosial yang kurang
 Kurang transportasi (sumber)  “Kasihan saya” konsep rendah diri
 “Keputusasaan” kurang percaya diri
 “Saya gagal” kehilangan motivasi untuk menggunakan ketrampilan
 “Kurang kendali” demoralisasi
 perasaan dikuasai oleh gejala
 “Tidak ada seoranpun yang menyukai saya” tidak mampu memenuhi kebutuahan spiritual
 tampak / bertindak berbeda dengan orang lain yang berusia / berbudaya sama
 ketrampilan sosial kurang
 perilaku agresif
 perilaku amuk
 pengelolaan pengobatan yang kurang
 pengelolaan gejala yang kurang

G. KATEGORI GEJALA
1. Gejala positif
 Halusinasi
 Delusi
 Gangguan pemikiran
2. Gejala negatif
 Affective flatering
 Aphatis
 Miskin pikir

H. SUMBER-SUMBER KOPING
Sumber koping individual harus dikaji denga pemahaman terhadap pengaruh gangguan otak pada perilaku. Kekuatan dapat meliputi :
 Modal intelegensia / kreativitas yang tinggi
 Peran orang tua dalam mendidik anak dan remaja tentang ketrampilan koping
 Sumber keluarga : pengetahuan tentang penyakit, finansial yang cukup, ketersediaan waktu dan tenaga dan kemampuan untuk memberikan dukungan secara berkesinambungan.

I. MEKANISME KOPING
Perilaku yang mewakili upaya untuk melindungi diri sendiri dari pengalaman yang menakutkan berhubungan ndengan respons neurobiologik termasuk :
1. Regresi, berhubungan dengan masalah proses informasi dan upaya untuk menanggulangi ansietas, hanya mempunyai sedikit energi yang tertinggal untuk aktivitas hidup sehari-hari.
2. Proyeksi sebagai upaya untuk aktivitas hidup sehari-hari
3. Menarik diri

J. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG SERING MUNCUL
1. Gangguan komunikasi verbal
2. Gangguan interaksi sosial
3. Perubahan proses pikir
4. Koping individu tidk efektif
5. Kerusakan interaksi sosial
6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurnagnya informasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar